Jakarta – Seiring perkembangan infrastruktur yang membaik, sasis-sasis bus premium asal Eropa mulai dilirik Perusahaan Otobus di Tanah Air. Tentu ada alasan mengapa mereka memilih sasis premium itu. Selain butuh bus dengan cc besar dan tenaga besar, faktor kenyamanan juga jadi pertimbangan.

Tercatat ada beberapa merek bus premium Eropa yang saat ini sudah beredar di RI. Antara lain Mercedes-Benz, Scania, dan yang baru saja masuk adalah bus asal Swedia, Volvo.

Menanggapi persaingan itu, merek sasis bus asal Jepang Hino, tetap percaya diri bersaing di Tanah Air.

Seperti data yang disampaikan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dalam sesi Media Gathering di Jakarta, Kamis (23/1/2020), Hino menjadi penguasa pasar kendaraan komersial di segmen bus.

Menurut data HMSI, pada 2017 Hino menguasai 67,7% market share dengan volume 1.538 unit. Lalu pada 2018, Hino mencatat market share 67,4% dengan total volume 1.387 unit. Dan di 2019, Hino menguasai 74,5% market share dengan volume penjualan 1.013 unit.

“Jadi meskipun volume market turun di 2019, kita masih tetap leading,” tegas Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santika Wardoyo.

Santika pun optimis bisa mempertahankan market di segmen ini. Sebab Hino punya nilai tawar yang tidak dimiliki bus-bus Eropa.

“Walaupun kita diserang dari kompetitor A dan B yang punya cc besar. Tapi tetap, kendaraan yang ekonomis, kendaraan yang mencari duit, tetap saja Hino,” ujar Santika.